Wuling BinguoEV (Pro 410) atau Daihatsu Xenia (1.5 R CVT) — mana yang lebih hemat?
Per 02/07/2026, selama 5 tahun di Indonesia (12.000 km/tahun), Daihatsu Xenia (1.5 R CVT) tetap lebih murah dimiliki — sekitar Rp 263.540.638 berbanding Rp 357.642.323 untuk Wuling BinguoEV (Pro 410), selisih Rp 94.101.685.
Insentif pembelian mobil listrik (PPN DTP + bea masuk 0% + relaksasi PPnBM): SUDAH BERAKHIR. Ketiga insentif ini — PPN Ditanggung Pemerintah 10%, bea masuk CBU 0%, dan keringanan PPnBM — resmi berakhir pada 31 Desember 2025 dan tidak diperpanjang otomatis untuk 2026. Akibat langsungnya, harga jual mobil listrik naik pada Januari 2026 (misalnya Wuling Air ev dan BinguoEV sama-sama naik). Pemerintah memberi sinyal bahwa dukungan ke depan akan diarahkan ke mobil listrik produksi dalam negeri, namun hingga belum ada subsidi pembelian tunai 2026 yang dikonfirmasi resmi. Manfaat non-tunai masih ada (pajak kendaraan/PKB lebih rendah, bebas ganjil-genap di Jakarta), tetapi itu bukan subsidi pembelian dan tidak kami hitung sebagai uang tunai. Total biaya di atas memakai harga riil 2026 setelah insentif berakhir dan menambahkan insentif Rp0. PPN DTP yang telah berakhir ditampilkan hanya untuk konteks. Sumber: detik Oto / Kompas Otomotif / AstraOtoshop / pajak.go.id (PMK 12/2025), per . Selalu cek ketentuan terbaru sebelum membeli.
Lebih murah selama 5 tahun · IndonesiaDaihatsu Xenia (1.5 R CVT) · Rp 263.540.638 Total keseluruhan · Itu Rp 94.101.685 lebih murah dari Wuling BinguoEV (Pro 410)
Wuling BinguoEV (Pro 410) vs Daihatsu Xenia (1.5 R CVT) — Ke mana uangnya pergi
| Komponen biaya | Mobil listrik · Wuling BinguoEV | Bensin · Daihatsu Xenia |
|---|---|---|
| Penyusutan harga (perkiraan) | Rp 228.240.000 (64%) | Rp 119.640.000 (45%) |
| Biaya listrik / BBM | Rp 17.284.091 (5%) | Rp 52.024.278 (20%) |
| ↳ termasuk susut pengisian daya | 12% (~Rp 2.074.091) | — |
| Perawatan | Rp 7.500.000 (2%) | Rp 15.000.000 (6%) |
| Asuransi | Rp 45.000.000 (13%) | Rp 30.000.000 (11%) |
| Bunga dari kredit | Rp 59.618.232 (17%) | Rp 46.876.360 (18%) |
| Pajak dan biaya | Rp 0 (0%) | Rp 0 (0%) |
| Total biaya kepemilikan | Rp 357.642.323 | Rp 263.540.638 |
Kapan mobil listrik jadi lebih hemat?
Mobil listrik mulai menguntungkan begitu Anda menempuh lebih dari 24.000 km/tahun atau memilikinya lebih lama dari 12 tahun — saat itu biaya operasional yang lebih rendah baru sempat menutup harga beli yang lebih tinggi.
Wuling BinguoEV (Pro 410) vs Daihatsu Xenia (1.5 R CVT) — Adu langsung
Wuling BinguoEV (Pro 410)
- Total biaya 5 tahun
- Rp 357.642.323
- per bulan
- Rp 5.960.705
- Rp/km
- Rp 5.961
- Harga beli
- Rp 317.000.000
- Sistem penggerak
- Mobil listrik
- Konsumsi
- 13 kWh/100km
Daihatsu Xenia (1.5 R CVT)
- Total biaya 5 tahun
- Rp 263.540.638
- per bulan
- Rp 4.392.344
- Rp/km
- Rp 4.392
- Harga beli
- Rp 249.250.000
- Sistem penggerak
- Bensin
- Konsumsi
- 6,67 L/100km
- Tarif listrik
- 1.500 Rp/kWh PLN
- Harga BBM
- 13.000 Rp/l Pertamina
- Kesimpulan
- Daihatsu Xenia (1.5 R CVT) · Itu Rp 94.101.685 lebih murah dari Wuling BinguoEV (Pro 410)
- Peringkat biaya
- 2 / 4